Kembali ke halaman muka
Sejarah Karaniya
buku-buku terbaru
Buku-buku
Buku Buku Karaniya
Artikel -artikel
tata cara pemesanan
Hubungi kami
 

"Tak Kenal maka tak sayang"

Sebagai umat Buddha awam, terutama yang sudah cukup lama mengenal ajaran Buddha atau bahkan memeluknya karena garis keturunan/keluarga, kita mungkin sering mengalami suatu rasa kehilangan akan daya pesona dari ajaran yang mulia ini. Ha itu terjadi bukan karena ajaran Buddha memang biasa-biasa saja, tetapi lebih karena sebagai umat Buddha lama kita sudah sedemikian terbiasa dengan ajaran ini hingga taklagi merasa takjub dan terpesona. Lebih-lebih ditambah dengan rutinitas kehidupan sehar-hari kita sebagai
klik gambar untuk detail buku
anggota masyarakat yang harus berjuang untuk tetap hidup dan terus hidup, maka lengkaplah sudah tiadanya kesempatan untuk kembali mengenang dan merenungi keindahan Dhamma yang luar biasa

Hal yang sungguh berbeda terjadi pada umat Buddha pemula atau mereka yang baru menemukan Dhamma sebagai jalan hidup sejatinya. Kalau kita berkesempatan untuk mendengar atau membaca kisah-kisah para “newbie” ini, seperti yang dapat kita baca sebagian darinya dalam buku “Tak Kenal maka Tak Sayang” dari Ehipassiko Foundation, kita akan temukan begitu banyak ungkapan keterpesonaan dan ketakjuban mereka akan keindahan Dhamma yang telah diajakarn Buddha kepada dunia.

Dengan sepenuh hati para penutur kisah-kisah dalam buku ini mengungkapkan bagaimana mereka bertemu dengan Dhamma, seberapa keras dan lama mereka berjuang untuk dapat bertemu dan mengenal Buddha beserta ajarannya, dan betapa setelah mengenalnya mereka menjadi sangat takjub, terpesona dan tergugah untuk menjadikan Dhamma sebagai pelita untuk menerangi kehidupan mereka. Seperti seseorang yang telah lama merantau lalu kembali pulang ke rumahnya, atau seperti seseorang yang sedang berjalan di gurun pasir lalu datang sebuah bus ber-AC yang menawarkan diri mengantar ke tujuan, seperti itulah sebagian ungkapan perasaan mereka tak kala bertemu pertama kali dengan Dhamma. Masuk akal, sederhana, praktis, menghargai kebebasan berpikir adalah sebagian pujian yang mereka tujukan kepada ajaran Buddha.

Berisikan 15 buah kisah nyata yang merupakan autobiografi dari pelbagai macam orang yang menemukan Dhamma dan menjadi pengikut Buddha, buku ini menyadarkan kita kembali akan betapa indah dan agungnya Dhamma yang telah diajakarn Buddha kepada kita, dan bahwa betepa beruntungnya kita yang dapat mengenal Dhamma sejak usia dini tanpa harus berjuang keras seperti sebagian orang yang kisahnya dapat kita baca dalam buku ini. Sebab sebagian besar kisah-kisah dalam buku ini datang dari penutur yang tinggal di negeri-negeri barat seperti Inggris, Amerika, Australia dan Spanyol, dimana hanya sedikit orang yang mengenal Dhamma.

Buku ini sangat perlu dibaca oleh setiap umat Buddha, terutamanya yang sudah mulai termakan oleh rutinitas kehidupan, karena buku ini memberikan kisah-kisah yang menyentuh, menggugah dan mencerahkan kita akan keagungan dan keindahan Dhamma.

Dan untuk mereka yang cukup kritis serta ingin mengetahui mengapa banyak orang-orang yang cerdas secara intelektual dengan pencapaian akademis yang sangat tinggi tetapi memeluk suatu kepercayaan yang tak masuk akal sebagai jalan hidupnya, maka di bagian akhir dari buku ini terdapat penjelasan yang menarik dan cukup memuaskan untuk menjawab pertanyaan itu.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Keterangan:
Judul: “Tak Kenal Maka Tak Sayang”
Penyusun: Shravasti Dhammika dan Handaka Vijjananda
Penerbit: Ehipassiko Foundation

Penilaian:
Desain Sampul: Artistik
Isi: menyentuh, menggugah dan mencerahkan.
Rekomendasi: Sebuah tamasya penemuan kembali rasa takjub dan pesona, buku ini tidak membosankan untuk dibaca berulang kali, terutama setiap kali kita merasa bosan atau patah semangat dalam menempuh jalan Buddha.

Chuang 010205

Baca Pengalaman Membaca Buku lainnya

Kirimkan Pengalaman Membaca Buku Anda kepada kami melalui e-mail: pmb@karaniya.com
 
Tampilan Terbaik dengan resolusi layar 800 X 600
©2005 - Yayasan Penerbit Karaniya