|
|
Bila
seseorang bertanya kepada kita mengenai apa intisari
ajaran Buddha, maka sebagai umat Buddha kita akan
menjawab: Jangan berbuat jahat, perbanyak kebajikan,
sucikan hati dan pikiran. Itulah dan hanya itu yang
diajarkan oleh semua Buddha. Dan karenanya, keseluruhan
isi dari kitab suci Tipitaka yang terdiri dari Sutta
Pitaka, Vinaya Pitaka dan Abhidhamma Pitaka pun
hanya membahas mengenai tiga pokok itu yang menjadi
satu kesatuan utuh dalam suatu jalan utama untuk
mencapai kebebasan sejati. |
|
klik
gambar untuk detail buku |
Di
antara tiga kumpulan (pitaka) itu, Abhidhamma Pitaka
adalah kitab yang dikenal karena berisi pembahasan mengenai
pokok-pokok ajaran Buddha secara lebih mendalam dan
filosofis, yang karenanya seringkali bagi umat Buddha
awam terasa cukup berat dan membutuhkan waktu khusus
untuk dipelajari dan dipahami dengan baik. Padahal bila
setiap umat Buddha dapat mempelajari dan memahami Abhidhamma
Pitaka dengan baik, maka akan ada banyak sekali manfaat
yang dapat diperoleh. Sebagai contoh, kita akan mengerti
dengan baik bagaimana tiga akar kejahatan (Lobha, Dosa
dan Moha) bekerja menyesatkan kita di lingkaran samsara
ini, atau sebarapa bahayanyakah Moha itu dan kecenderungan-kecenderungan
latennya yang sangat gelap itu, bagaimanakah cara kerja
pikiran kita dan banyak hal lainnya.
Dengan menyadari hal-hal tersebut di
atas, Ven Ashin Janakabhivamsa lalu menulis buku “Abidhamma
Sehari-hari Filosofi Tertinggi Buddhis dalam Terapan
Etika” yang diterbitkan oleh Ehipassiko Foundation.
Sesuai dengan judul dan peruntukkannya
yang terutama untuk umat Buddha awam, pembahasan dalam
buku ini dirancang untuk dapat dimengerti dan dipahami
dengan mudah, dengan bahasa yang sederhana meskipun
memang tak dapat dihindari bertebarannya istilah-istilah
Pali yang kadang terasa cukup sulit untuk diingat. Dengan
ditunjang contoh-contoh dalam bentuk cerita untuk memberi
ilustrasi pada suatu pokok tertentu, buku ini tak kan
terasa sebagai sebuah buku filsafat yang berat.
Seperti sudah disinggung sedikit di
atas tadi, buku ini terutama akan sangat berguna bagi
siapa pun yang selama ini tidak puas akan penjelasan
standar mengenai tiga akar kejahatan (Lobha, Dosa, Moha)
dan menginginkan penjelasan yang lebih mendalam mengenai
apa itu Lobha, mengapa Dosa bisa muncul dan seberapa
bahayanyakah kecenderungan-kecenderungan laten dari
Moha yang belum terputus sepenuhnya. Juga kepada siapa
pun yang ingin mempelajari sifat-sifat pikiran manusia,
bagaimana pikiran baik dan buruk mampu mempengaruhi
perbuatan dan perkataan kita, bagaimana kaitannya dengan
Kamma dan sebagainya yang pendek kata buku ini mengajak
kita untuk mengenal diri kita yang sejati. Dan di bagian
akhir dari buku ini juga ada penjelasan menarik mengenai
31 alam kehidupan yang dikenal dalam Buddhisme.
Membaca buku ini dapat menyadarkan kita
bahwa usaha-usaha untuk mengikis kekotoran batin demi
merealisasiikan kedamaian sejati (Nibbana) adalah suatu
perjuangan yang sangat berat, penuh rintangan, godaan
dan harus dilakukan sepanjang masa. Semakin cepat usaha-usaha
itu kita lakukan, semakin besar kemungkinan kita meraih
kemenangan. Semakin dini kita bergerak, semakin cepat
kemungkinan kita merengkuh kebebasan sejati.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Keterangan:
Judul: “Abhidhamma sehari-hari Filosofi Tertinggi
Buddhis dalam Terapan Etika”
Penyusun: Ven. Ashin Janakabhivamsa
Penerbit: Ehipassiko Foundation
Penilaian:
Desain Sampul: bagus
Isi: Mencerahkan
Rekomendasi: cukup ringan dibaca dan sangat perlu dipraktekkan.
Chuang
010205
|