|
|
Di
antara pelbagai doktrin yang diajarkan oleh Buddha,
barangkali doktrin tumimbal lahir adalah salah
satu doktrin yang paling sulit diterima oleh bahkan
seorang umat Buddha sekalipun. Alasan yang paling
sering dikemukakan oleh para penentang itu adalah
tidak adanya bukti nyata yang dapat mereka lihat
dan rasakan berkenan dengan tumimbal lahir ini
sementara di sisi lain sebagai manusia kita mempunyai
keterbatasan kemampuan untuk mengingat kehidupan
lampau kita.
|
|
klik
gambar untuk detail buku |
Tambahan pula, tumimbal lalhir tidaklah dapat diamati
dengan indra dan peralatan ilmiah seperti halnya percobaan
fisika atau biologi di sebuah laboratorium. Selain alasan-alasan
tersebut, menurut saya, kebanyakan orang tidak dapat
menerima doktrin tumimbal lahir karena didorong oleh
motivasi bahwa dengan mempercayai doktrin satu kehidupan
saja alih-alih doktrin tumimbal lahir, maka mereka berharap
akan mendapatkan asuransi murah. Bayangkan betapa murahnya
asuransi itu: dengan hanya satu kehidupan yang baik
selama kurang lebih 60 tahun atau maksimal 80 tahun
di dunia ini (premi yang murah), kita akan mendapatkan
imbalan berupa kehidupan surgawi yang abadi, bahagia
selamanya (hasil pertanggungan yang luar biasa). Bukankah
bukan rahasia lagi bahwa sebagai makhluk yang bernama
manusia modern kita mempunyai kecenderungan serba mau
gampangnya saja dan instan?
Namun demikian tidak berarti bahwa tumimbal lahir itu
tidak ada. Karena tumimbal lahir adalah satu-satunya
doktrin yang paling masuk akal untuk menjelaskan fenomena
keanekaragaman situasi dan kondisi kehidupan makhluk
hidup di dunia ini.
Bagaimana, misalnya, kita dapat menjelaskan tentang
orang-orang yang terlahir dalam keberlimpahan sementara
di lain tempat ada yang terlahir di tengah-tengah kaum
papa di sebuah negeri yang sengsara? Atau tentang kelahiran
para suciwan yang menjadi pelita dunia? Atau tentang
bocah-bocah ajaib yang mampu menggemparkan dunia dengan
kemampuan mereka segera sebegitu mereka meloncat keluar
dari perut ibunya?
Doktrin tumimbal lahir, seperti yang dijelaskan dengan
menarik dalam buku ini, dapat memberikan jawaban yang
memuaskan akan segala fenomena yang bagi
banyak orang mungkin masih menjadi misteri tak terjawabkan
atas nama "rahasia Tuhan" itu. Melalui buku
ini, "Tumimbal Lahir Percayakah Anda?" kita
akan memahami perbedaan antara doktrin tumimbal lahir
dengan doktrin transmigrasi atau reinkarnasi seperti
yang dipercaya oleh ajaran lain. Kita pun diajak untuk
menelusuri pelbagai penelitian dan percobaan yang dilakukan
oleh para ilmuwan untuk membuktikan keberadaan tumimbal
lahir. Sebagai pamungkas, disertai pula satu bab yang
berisi kisah nyata tentang orang-orang yang mampu mengingat
dengan jelas kehidupan lampau mereka, yang mana semakin
menegaskan bahwa tumimbal lahir memang layak dipercaya
dan diyakini bagi setiap orang yang berakal sehat.
Pada akhirnya kita akan mengetahui bahwa doktrin tumimbal
lahir bukanlah ide yang sangat baru. Ajaran ini, dalam
bentuk-bentuk yang berbeda, telah dikenal oleh peradaban
Mesir dan Yunani kuno. Orang-orang Mesir kuno menggambarkan
perpindahan jiwa dari satu kehidupan kepada kehidupan
yang lain dalam perwujudan seekor burung, Sedangkan
di Yunani ajaran ini diajarkan oleh para filsuf seperti
Plato, Pythagoras, dan Empedocles. Dan bahkan di tengah-tengah
masyarakat primitif seperti suku pigmi Ituri di Kongo
yang percaya bahwa setiap kali seekor binatang di hutan
mati, maka kematian itu akan membuat sebuah "lubang"
yang harus ditutupi oleh kelahiran dari makhluk lainnya
sebagai penghuni hutan yang baru.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Penilaian:
Judul : Tumimbal Lahir Percayakah Anda?
Pengarang : Ven. K Sri Dhammananda
Isi : Memperkokoh keyakinan akan doktrin Tumimbal Lahir
Desain dan tata letak : Cukup menarik
Rekomendasi : Buku yang enak di baca dan perlu
Harga : Rp 19.000 www.karaniya.com
|